Inna dan Saudara-saudaranya (14)
By Khairul Umam Al Batawy on Agu 12, 2008 in An Nahwu Al Wadhih Jilid I
Inna dan saudara-saudaranya


Contoh-contoh:
1. Onta itu bagus :: Sungguh onta itu bagus
2. Piramid itu tua :: Sungguh piramid itu tua
*****
3. Masa ujian sudah Dekat :: Aku tahu sesungguhnya masa ujian sudah dekat
4. Bunga itu tumbuh dengan baik :: Aku senang karena sungguh bunga itu tumbuh dengan baik
*****
5. Buku adalah guru :: Buku bagaikan (seperti) guru
6. Bulan itu lampu :: Bulan bagaikan (seperti) lampu
*****
7. Perabot rumah tangga itu tua :: Rumahnya baru, akan tetapi perabotannya lama
8. kerugiannya sedikit :: Api membesar, akan tetapi kerugiannya sedikit
******
9. Buah itu sudah masak :: Andai buah itu sudah masak
10. Bulan itu sudah muncul :: Andai bulan itu sudah muncul
*******
11. Buku itu murah :: Semoga buku itu murah
12. Orang sakit itu tidur :: Semoga orang sakit itu tidur
Pembahasan:
Setiap contoh pada bagian kanan tersusun dari mubtada dan khabar dan keduanya dirafa’kan sebagaimana yang telah kamu ketahui. Apabila kamu lihat pada bagian yang kiri, kamu akan mendapati contoh tersebut telah masuk atasnya huruf-huruf berikut:
اِنَّ، اَنَّ،كَاَنَّ، لَكِنَّ،لَيْتَ، لَعَلَّ
jika kamu perhatikan semua isim pada bagian kiri ini, maka akan kamu dapati isim pertama (mubtada) pada setiap contoh tersebut dinashabkan dan setiap isim keduanya (khabar) dirafa’kan. Perubahan ini terjadi karena adanya huruf-huruf di atas. Huruf-huruf tersebut jika masuk atas mubtada dan khabar, maka ia menashabkan yang pertama (mubtada) dan disebut isim nya, dan merafa’kan yang kedua (khabar) dan disebut khabar nya.
Apabila kalian mau telusuri makna-makna huruf yang enam di atas, akan kalian dapati bahwa makna “اِنَّ“ dan “اَنَّ“ untuk menguatkan (penekanan makna) kondisi khabar bagi mubtada’, dan “كَان“ bermakna penyerupaan mubtada dengan khabar, dan “لكن“ bermakna mempertentangkan, yaitu mencegah pendengar dari memahami sesuatu yang tidak dimaksudkan, dan “ليت“ menunjukkan atas makna pengandai-andaian (التَّمَنِّيْ) terjadinya khabar, dan “لعل“ menunjukkan makna harapan (الرَجَاء) terjadinya khabar.التَّمَنِّيْ biasanya digunakan untuk harapan yang lama (sulit) terwujud, sedangkan الرَجَاء biasanya digunakan untuk harapan yang segera (mudah) terwujud.
KAIDAH:
21. Jika اِنَّ، اَنَّ،كَاَنَّ، لَكِنَّ،لَيْتَ، لَعَلَّ masuk atas mubtada dan khabar, maka menashabkan mubtada’ dan disebuut isim nya, dan merafa’kan khabar dan disebut khabar nya.
More from Arabic.Web.ID
Popularity: 3% [?]






Post a Comment