Kata Sifat (Na’at) (16)

Na’at (kata sifat)

Contoh-contoh:

1. Ini adalah kitab yang bermanfaat

2. Aku membaca kitab yang bermanfaat

3. Aku melihat kitab yang bermanfaat

1. Ini adalah lapangan yang luas

2. Aku melihat lapangan yang luas

3. Aku berlari pada lapangan yang luas

1. Bunga mawar yang indah bermekaran

2. Aku memetik bunga mawar yang indah

3. Aku mellihat bunga mawar yang indah

Pembahasan:

Setiap contoh dari kalimat yang tiga: مُفِيْد”، “فَسِيْح”، الجَمِيْلَة” mensifati isim sebelumnya, artinya menunjukkan sifat yang ada padanya, oleh karena itu dinamakan dengan “NA’AT”, dan dinamakan isim yang sebelumnya dengan “MAN’UT” (yang disifati).

Jika kita perhatikan setiap (baris akhir) na’at ini mengikuti (baris akhir) man’ut pada rafa’ nya, nashabnya, dan jar nya. Kalimat مُفِيْد pada contoh ketiga datang dalam keadaan rafa’, kemudian nashab, kemudian jar mengikuti isim sebelumnya, begitupun dengan dua kata : فَسِيْح”، الجَمِيْلَة seperti itu.

KAIDAH:

23. Na’at adalah lafadzh yang menunjuki atas sifat pada isim yang sebelumnya, dan dinamakan isim yang disifati ini dengan Man’ut.

24. Na’at itu mengikuti man’ut pada rafa’ nya, nashab nya, dan jar nya.

Popularity: 8% [?]

  • Share/Bookmark

1 Comment(s)

  1. ass.
    na’at di atas kurang rinci dan di stw tdk di beritahukan pengertian na’at….

    wss.

    iya, karena itu hanya karya terjemah.. jadi kamoi tidak menambahkan kecuali apa yang ditulis oleh pengarang..

    ayoe | Nop 24, 2009 | Reply

Post a Comment