Macam-macam I’rab

Contoh:
1. Burung itu berputar-putar 1. Ali menyalakan lampu
2. Air itu tawar 2. Tentara-tentara itu merangkak
3. Kuda itu sangat cepat 3. Pohon-pohon itu berdaunan
********
4. Aku mellihat burung berputar-putar 4. Ali tidak akan menyalakan lampu
5. Aku meminum air yang manis 5 Para tentara tidak akan merangkak
6. Jockey menghina kuda 6. Pohon-pohon tidak akan berdaunan
********
7. Aku melihat burung berputar-putar 7. Ali tidak menyalakan lampu
8. Ikan hidup di dalam air 8. Tentara tidak merangkak
9. Jockey turun dari kuda 9. Pohon itu tidak berdaunan
Pembahasan:
الطائر ، الماء ، dan الحصان pada contoh bagian pertama (kanan) semuanya adalah isim dan pada ketiga contoh itu terletak pada tempat pertama dirafa’kan karena ketiganya merupakan mubtada dan yang menunjukkan ia rafa’ adanya dhammah pada akhir kata-kata tersebut. Pada contoh tiga contoh kedua (4,5,6) dinashabkan karena semuanya adalah maf’ul bih (objek) dan yang menunjukkan nashabnya adalah adanya baris fathah pada akhir setiap kata itu. Pada tiga contoh ketiga dijarkan karena semuanya didahului oleh huruf jar dan yang menunjukkan jarnya adalah adanya baris kasrah pada akhir setiap kata itu. Dengan ini kita melihat isim-isim ini berubah akhirnya dari rafa’ ke nashab kemudian ke jar. Kalau begitu pastilah ini isim mu’rab.
Kata-kata: يُوْقِد، تَزْحَف، dan تُوْرِق pada contoh bagian kedua (kiri) adalah fi’il mudhari. Pada tiga contoh pertama semuanya dirafa’kan karena tidak ada yang membuatnya nashab atau jazm dan yang menunjukkan rafa’nya adalah adanya baris dhammah pada akhirnya. Pada tiga contoh kedua dinashabkan karena masuknya “لَنْ“ atasnya dan yang menunjukkan nashabnya adalah adanya baris fathah pada akhirnya. Pada tiga contoh yang terakhir dijazmkan karena masuknya huruf jazm atasnya dan yang menunjukkan jazmnya adalah adanya baris sukun pada akhirnya. Dengan ini kita melihat bahwa fi’il-fi’il ini berubah akhirnya dari rafa’ ke nashab kemudian ke jazm. Oleh karena itu pastilah ini adalah isim mu’rab.
KAIDAH:
31. Kondisi perubahan akhir-akhir kata isim mu’rab ada empat yaitu rafa’, nashab, khafadh, dan jazm dan dinamakan macam-macam i’rab.
32. Tanda-tanda i’rab yang asli ada empat yaitu dhammah, fathah, kasrah, dan sukun dan menggantikannya tanda-tanda yang lain yang disebut pada susunannya.
33. Rafa’ dan nashab keduanya ada pada isim dan fi’il, jar dikhususkan untuk isim sebagaimana jazm untuk fi’il.
update 4 September 2008:
afwan ada dua kesalahan yang ane lakukan:
- menerjemahkan ‘adzbun dengan manis, seharusnya tawar
- menerjemahkan jaamih dengan berkumpul, seharusnya sangat cepat.
jazahullah khairan untuk akhy athaillah ibnu sanuri yang telah mengingatkan
Related posts
- Mabniy dan Mu'rab (2)
- Keadaan Mabniy Fi'il Madhy
- Macam-macam Mabniy (3)
- Pembagian Fi'il Kepada Shahih Akhir dan Mu'tal Akhir (1)
ada huruf jer tapi setelah masuk kalimat menjadi rofa’ ( Mim ba’du)
terima kasih atas komentarnya..
tapi sesungguhnya utk kasus2 sprt itu, itu tdk termasuk rafa’, tetapi tetap jar yang dimabniykan (bkn mu’rab).. ini terjadi ketika huruf jar bertemu dengan dzharaf.. contohnya min qoblu dan min ba’du dgn syarat, dzharafnya tidak menjadi mudhaf bg mudhaf ilaih yg lain.. adapaun jika ia menjadi mudhaf, maka wajib dibaca kasroh.. contohnya pd surat Al Baqarah:
مِنْ قَبْلِ اَنْ يَأْتِيَ يَوْم
jadi baik min qabli or min qablu.. hukumnya tetap jar..
tetep smangat!
Assalamu’alaikum….
akhi ana baru berlajar bahasa arab,, kalau akhi punya materi atau trik, kamus, atau segala hal yang berkaitan dengan bahasa arab,, bisa ngak akhi tolong kirimkan ke E-mail ana, alamatnya, dodol01_sangka@yahoo.co.id syukran katsiran sebelumnya akhi/.
afwan ada dua kesalahan yang ane lakukan:
- menerjemahkan ‘adzbun dengan manis, seharusnya tawar
ADZBUn bukan juga tawar tapi segar, “el-maa` adzb” air itu segar (yakni segar enak tidak anta).. tolong dikoreksi