Mubtada dan Khabar

Contoh-contoh:
1. Apel itu manis
2. Gambar itu indah
3. Lari itu bermanfaat
4. Kereta itu cepat
5. Kebersihan adalah kewajiban
6. Bumi itu bulat
Pembahasan:
contoh-contoh di atas semuanya adalah kalimat, dan setiap kalimat tersebut disusun dari 2 isim, isim yang pertama adalah yang memulai suatu kalimat yang disebut “mubtada”. Maka jika kita cukupkan saja pada kata yang pertama kemudian kita berkata: “apel..”, atau “gambar..”, “lari…” maka pastilah ada pertanyaan selanjutnya: “ya, kenapa apel? Kenapa gambar? Kenapa lari?”. Oleh karena itu jika kita katakan Apel itu manis, gambar itu bagus, lari itu bermanfaat, pastilah kalimat ini bisa dipahami dengan sempurna. Dan yang membuat kita paham adalah isim kedua pada setiap kalimat, yang memberi keterangan tentang manisnya apel, indahnya gambar, dan bermanfaatnya lari. Semua ini dinamakan khabar.. Jika kita perhatikan bahwa akhir setiap isim dari dua isim ini kita mendapatinya dirafa’kan (dalam makna sederhananyam didhammahkan).
KAIDAH:
9. Mubtada adalah isim yang dirafa’kan yang ada pada awal kalimat
10. Khabar adalah isim yang dirafa’kan yang bersatu dengan mubtada agar menjadi jumlah mufidah.
*********
notes: dalam bahasa indonesia susunan seperti ini biasa kita kenal dengan kalimat diterangkan dan menerangkan. dimana mubtada adalah yag diterangkan, khabar yang mnerangkan.
Related posts
- Jar untuk Isim (15)
- Pembagian Fi'il (kata kerja) Berdasarkan Waktu (3)
- Bagian-bagian Kalimat (2)
- Rafa' bagi Fi'il Mudhari' (12)
- Maf'ul Bih (Objek) (5)
- Kaana dan saudara-saudaranya (13)
- Perbandingan antara fa'il (predikat) dan maf'ul bih (objek) (6)
- Kalimat Sempurna (Al Jumlah Al Mufidah) (1)
assalamualaikum…
terima kasih ya pada penulis yg sudah cape2 buat tulisan ini, semoga dpt pahala dari Allah SWT..amien…
ass wr.wb
wahh lumayan dapet tambahan ilmu lagi..
lagi nyari2 materi buat ujian TOAFL nih..
hehe..
aslkm… jzakllah!!