Pembagian Fi’il Berdasarkan Waktu
(1) Fi’il Madhi

Contoh-contoh:
1. Seekor anjing telah berlari
2. Seorang laki-laki telah berdiri
3. Sebuah kitab telah hilang
4. Sebuah jam telah berdering
5. Seorang anak perempuan telah datang
6. Ayam telah berkokok
Pembahasan:
perhatikanlah kalimat pertama pada contoh-contoh di atas kalian akan mendapati fi’il-fi’il karena setiap kata itu menunjukkan suatu perbuatan pada waktu tertentu yaitu waktu lampau. Maka kata “جَرَى“ pada contoh menunjukkan perbuatan “berlari” yang telah terjadi sebelum pembicaraan. Begitu juga kata “وَقَفَ“ menunjukkan perbuatan “duduk” yang telah terjadi sebelum pembicaraan. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan “FI”IL MADHY”.
KAIDAH:
4. Fi’il Madhy adalah setiap perbuatan yang terjadi pada waktu yang telah lewat (past tense)
(2) Fi’il Mudhari’

Contoh:
1. Aku mencuci tanganku
2. Aku mengenakan bajuku
3. Aku bermain bola
4. Kami berjalan di trotoar
5. Anjing menggonggong
6. Pengawas Mengamati
7. Anak perempuan makan
8. Bunga mawar layu
Pembahasan:
kata-kata pertama pada contoh-contoh di atas semuanya adalah fi’il. Karena semuanya menunjukkan suatu perbuatan pada waktu tertentu. Jika dilihat, kata kerja ini bisa memilki makan yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Maka kata “اَغْسِلُ“ menunjukkan perbuatan “mencuci” pada saat yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Setiap kata kerja ini dinamakan dengan “FI’IL MUDHARI’”.
Jika kamu perhatikan huruf pertama pada fi’il mudhari’ maka kamu akan mendapati bahwa hanya ada hamzah 5.atau nun atau ya atau ta (disingkat aniyta). Empat huruf ini dinamakan dengan “اَحْرُفُ المُضَارَعَة“ huruf-huruf mudhara’ah.
KAIDAH:
fi’il mudhari’ adalah setiap kata kerja yang menunjukkan perbuatan pada waktu yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Fi’il mudhari pasti selalu diawali salah satu dari 4 huruf mudharaah yiatu hamzah, nun, ya dan ta.
(3) Fi’il Amar

Contoh-contoh:
1. Bermain bola lah kamu!
2. Beri makan kucingmu!
3. Bersihkan bajumu!
4. Tidurlah lebih awal!
5. Pelan-pelan dalam berjalan!
6. berusahalah mengunyah makanan!
Pembahasan:
Kata pertama dari setiap contoh di atas adalah fi’il karena menunjukkan atas perbuatan pada waktu yan tertentu. JIka diperhatikan, akan kita dapati bahwa setiap kata kerja itu menuntut dilakukannya sesuatu pada waktu yang akan dating sehingga karena itu dinamakan “FI”IL AMAR” (kata kerja perintah). Maka kata kerja “اِلْعَبْ“ pada contoh pertama menuntut yang diajak bicara akan pekerjaan “bermain” pada waktu yang akan datang. Begitu pula dengan kata kerja “اَطْعِمْ” menuntut kepada perbuatan “memakan” bagi yang diajak bicara pada waktu yang akan datang.
KAIDAH:
6. Fi’il Amr adalah setiap kata kerja yang menuntut dikerjakannya sesuatu pada masa yang akan datang (kata perintah).
Related posts
- Jazm bagi Fi'il Mudhari (11)
- Kata Sifat (Na'at) (16)
- Maf'ul Bih (Objek) (5)
- Pengantar Kitab An Nahwul Wadhih Jilid 1
- Jumlah Ismiyyah (9)
- Bagian-bagian Kalimat (2)
- Kaana dan saudara-saudaranya (13)
- Rafa' bagi Fi'il Mudhari' (12)
pembicara yang terhormat saya mau bertanya mengenai istilah fiilamar menurut linguistik umum?.. mohon penjelasannya…terima kasih
bagaimana denga “isim fi’il amar”, apa bedanya dengan “fi’il amar”?