Rafa’ bagi Fi’il Mudhari’

Contoh-contoh:
1. Burung merpati terbang
2. Musafir itu pulang
3. Awan berjalan
4. Hujan turun
5. Debu berterbangan
6. Hakim memberi keputusan
Pembahasan:
fi’il-fi’il pada contoh di atas semuanya adalah fi’il mudhari’. Apabila kita perhatikan akhir dari fi’il mudhari’ tersebut dirafa’kan. Kenapa dirafa’kan? Sebabnya adalah fi’il-fi’il ini tidak didahului sesuatu dari ‘amil yang mewajibkan nashab, atau mewajibkan jazm oleh karena itu dirafa’kan. Maka kosongnya fi’il itu dari ‘amil nashab dan ‘amil jazam adalah sebab rafa’.
KAIDAH:
17. Fi’il mudhari’ dirafa’kan jika tidak didahului oleh ‘amil nashab dan ‘amil jazm
Related posts
- Bagian-bagian Kalimat (2)
- Perbandingan antara fa'il (predikat) dan maf'ul bih (objek) (6)
- Inna dan Saudara-saudaranya (14)
- Maf'ul Bih (Objek) (5)
- Jazm bagi Fi'il Mudhari (11)
- Kata Sifat (Na'at) (16)
- Jumlah Fi'liyyah (kalimat kata kerja) (8)
- Kaana dan saudara-saudaranya (13)
0 Comments.