Tutorial Ilmu Sharaf

Assalamu’alaikum…

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam semoga selalu terlimpah atas Nabi kita Muhammad
Shalallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya, amma ba’du :

Definisi
Ilmu Sharaf adalah salah satu dasar ilmu yang penting dalam mempelajari Bahasa Arab. Dengan Sharaf,
kita bisa tahu dari mana suatu kata berasal. Minimal, orang yang mengerti Sharaf insya Allah tidak akan
kesulitan menggunakan kamus-kamus Bahasa Arab mengingat metode pencarian kata dalam kamus
Bahasa Arab berbeda sekali dengan kamus bahasa lain pada umumnya.
Mengenai definisi ilmu Sharaf, saya tidak tahu padanan kata atau istilah yang paling sesuai dalam bahasa
kita, Bahasa Indonesia. Yang jelas, Sharaf adalah ilmu tentang perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk
yang lain. Jika dalam Bahasa Inggris kita akan menemukan contoh berikut:
- drink – drank – drunk
- go – went – gone
atau mungkin dalam bahasa kita, kita menemukan contoh perubahan kata makan menjadi:
- memakan – makanan – dimakan

Maka Ilmu Sharaf pun membahas bentuk perubahan suatu kata dasar menjadi kata yang lain. Meski
terjadi perbedaan pendapat, umumnya ulama Sharaf menjadikan fi’il madhi sebagai dasar dari suatu kata.
Fi’il madhi inilah yang akan berubah menjadi kata yang lain. Karena perubahan kata dalam bahasa arab
telah memiliki aturan yang baku, maka secara umum Ilmu Sharaf lebih mudah untuk dikuasai dan difahami
(yakinlah!).
Perlu diketahui bahwa bentuk perubahan kata dalam bahasa arab itu ada 35 bab. Setiap bab memiliki
bentuk perubahan yang spesifik (khas). Dan dari 35 bab itu terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan
jumlah huruf yang menyusun kata dasarnya. Jenis yang ada di hadapan pembaca ini disebut dengan Ats
Tsulatsy Al Mujarrad (tersusun dari tiga kata saja) yang terdiri dari 6 bab.

Tutorial ini ane buat untuk memudahkan kita dalam mempelajari ilmu sharaf, untuk mendownloadnya, klik di link berikut:

http://www.ziddu.com/download/1322635/TutorialSharaf.pdf.html




Related posts

coded by nessus
Leave a comment

12 Comments.

  1. Agung Trisnandar

    Assalammu’alaikum..
    Afwan, ana g bisa download di ziddu..
    Ketika masukan passkey file not found..
    Bisa antum upload ke situs lain..
    Jazzakallah

  2. wah..ora iso juga aku…piye iki??

  3. assamu’alaykum wr wb

    keif syekh (not old man)?
    mataa taf’alu tasrifan ‘an tsulasi mazid wa ruba’i mazid?

    antanzhiru …. kitaabatanuka

  4. tolong dong tashrifkan buat ane fi’il mudhari’ yara

    nanti ya.. ingetin ane.. takutnya lupa.. :)

  5. terima kasih info link download-nya…

  6. gimana cara belajar yang cepat dimengerti dan hapalannya kuat

  7. moch zehan fahlevi,ST

    apa tarkiban dari LAFADZ {MIN}

  8. Alhamdulillah jadi lebih paham.. syukron ya …

  9. Mohon maaf hanya sedikit koreksi dari saya bagi komentator atas “UUM” yang menulis sbb:
    assamu’alaykum wr wb

    keif syekh (not old man)?
    mataa taf’alu tasrifan ‘an tsulasi mazid wa ruba’i mazid?

    antanzhiru …. kitaabatanuka

    —————————————-
    Maafkan atas kelancangan saya sebagai sesama mulis saya hanya melakukan kewajiban saja untuk saling mengingatkan bahwa salam yang saudara tulis itu bukanlah salamnya orang islam tapi salamnya non muslim.

    PENDAHULUAN:
    ——————
    BERHATI-HATILAH DALAM MENULIS/MENGUCAPKAN SALAM “tolong perhatikan kalimat salam saudara tulis itu..! di situ saudara menulis “Assamu’alaikum Wr Wb” dan bukan “Assalamu’alaikum Wr Wb” tahukah saudara apa artinya ASSAMU’ALAIKUM? itu artinya “SEMOGA KEMATIAN MENIMPA BAGI KAMU/KALIAN” karena makna “ASSAMU” adalah “KEMATIAN” sehingga jika mendapatkan kalimat seperti itu diharuskan bagi kita menjawab Assamu’alaikum itu dengan kalimat “WA’ALAIKUM” saja, yg artinya “DAN SEMOGA JUGA BAGI KAMU/KALIAN”. Jawaban itu juga berlaku bagi salamnya non muslim, baik yg ditulis/diucapkannya itu sesuai maupun tidak sesuai dengan salamnya orang Islam maka jawabannya tetap seperti itu.

    Allah berfirman:
    “Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Q.S.58.8)

    PEMBAHASAN :
    ——————
    ASSAMU’ALAIKUM ADALAH SALAMNYA NON MUSLIM

    A. “HUKUM MENJAWAB SALAMNYA NON MUSLIM
    ——————————————————
    Berkata Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik: Saya pernah mendengar Anas bin Malik berkata: Seorang Yahudi pernah lewat dihadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam lalu dia mengucapkan (salam dengan ucapan): ASSAAMU’ ALAIKA. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawabnya: “WA’ALAIKA. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda (kepada para Shahabat): “Tahukah kamu apa yang dia ucapkan? Dia mengucapkan (salam kepadaku dengan ucapan): AS SAAMU’ALAIKA.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkan kami membunuhnya? Beliau menjawb: “Jangan! (Tetapi) apabila Ahlul Kitab memberi salam kepada kamu maka jawablah: “WA’ALAIKUM (saja).”(HR. Bukhari no. 6926).

    Allah berfirman:
    “Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa’ : 86).

    Ayat tersebut sebagai perintah Allah yang bersifat UMUM dan MUTLAK. maka dari itu dapat dikeluarkan suatu hukum juga yang berkaitan dengan SALAM yaitu bahwa menjawab salamnya orang non muslim yang ditujukan kepada kita, baik salam yang diucapkannya itu sesuai maupun tidak sesuai dengan salamnya orang Islam adalah tetap WAJIB hukumnya bagi kita orang islam menjawabnya dengan “WA’ALAIKUM (Dan semoga juga bagi kamu/kalian)” dengan tidak berlaku kasar, krn yg demikian itu ajaran rasulullah kepada para sahabat sebagaimana hadits di atas yaitu menjawabnya dg kalimat serupa dalam maksud yg terkandung didalamnya.

    B. HUKUM MEMULAI SALAM KEPADA NON MUSLIM
    ————————————————————
    ada 2 pendapat dalam memulai ucapan salam kepada non muslim itu, yaitu 1) diperbolehkan 2) tidak diperbolehkan

    1). pendapat yg memperbolehka berdasarkan nash alqur’an, yaitu:

    ”Wahai orang-orang yang telah beriman, janganlah memasuki rumah-rumah selain dari rumah kamu, sehingga kamu meminta izin dahulu dan memberi salam kepada penghuninya; itu lebih baik bagi kamu, mudah-mudahan kamu mengingat.” (Quran 24:27)

    Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’aad jilid 2 halaman 424 menuliskan bahwa sebagian ulama membolehkan untuk mendahului non muslim dalam memberi salam demi kemashlahatan yang kuat dan nyata dibutuhkan, atau karena kwatir dari ulah non muslim itu, atau karena adanya hubungan kekerabatan denganmereka. Atau karena sebab-sebab lain yang seperti itu

    Berikut Beberapa Hadits Nabi:

    Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

    Maukah kamu aku kutunjukkan kepada sesuatu yang apabila kamu lakukan kamu akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu”(HR. Muslim)

    Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, hubungkanlah tali kekerabatan, berilah makanan, dan sholatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tertidur, engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Muslim)

    “sesungguhnya seseorang itu akan mendapat balasan sesuai apa yang telah diniatkannya” (HR. Bukhori dan Muslim).

    2). Pendapat yang tidak memperbolehkan berdasarkan hadits Nabi yaitu:

    “Janganlah kalian memulai kaum yahudi dan jangan pula kaum nashrani dengan ucapan salam ” [Hadits Riwayat Muslim dalam As-Salam 2167]

    PENUTUP
    ————
    Setiap anak adam sering berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang segera bertaubat/beristighfar” (Hadist Shohih Riwayat Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah dan ad Darimi)

    KATA HIKMAH : “HIDUP BERBUAT SALAH ADALAH INSANI TAPI HIDUP DALAM KESALAHAN ADALAH SETANI”

    SEKALI LAGI MAAF “WALLAHU A’LAM BISH SHOWAB”

Leave a Reply


[ Ctrl + Enter ]